Kuliah Tamu Perpajakan - oleh DJP jawa Timur - 1

Event - 08-12-2016 12.16

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mensosialisasikan pajak kepada masyarakat, dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pajak salah satu yang dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I adalah bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya  dengan mengadakan kuliah tamu bagi para mahasiswa.

Kuliah tamu yang dilaksanakan pada tanggal 08 Desember 2016 pukul 09:00 - 11:00 WIB  ini di prakarsai oleh Program Studi S1 Akuntansi bersama Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA), guna memperkaya materi mata kuliah Perpajakan. Kuliah tamu yang bertempat di ruang New Expo ini dihadiri oleh sekitar 133 orang mahasiswa, bukan hanya dari mahasiswa jurusan akuntasi tapi kuliah tamu ini juga terbuka bagi mahasiswa jurusan lain. 

Kuliah tamu perpajakan yang bertema "Generasi Hebat, Generasi peduli Pajak" juga dihadiri dosen-dosen pengampu matakuliah perpajakan antara lain: Zudi permadi, S.E., M.Si dan Martinus Sony Erstiawan, S.E., MSA. serta dibuka oleh Kaprodi Akuntansi Tony Soebijono, S.E., S.H. M.Ak.

Adapun Pemateri dari Kanwil DJP Jawa Timur I antara lain adalah: Tatiek Arjani, Nanang Dwi Pujokesmono, Erya Tri Satmoko dan Antoni Eka Bali,  bermaksud menunjukkan kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus sekaligus sebagai agen perubahan, betapa pentingnya pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Arti penting pajak tersebut jika dilihat dari sudut pandang pembayar pajak, dengan tanpa melihat kontribusi pajaknya menjadikan mereka sebagai orang-orang yang sangat berjasa baik bagi warga negara lainnya terutama negara yang dengan pajak tersebut dapat melangsungkan pembangunan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur serta berkeadilan sosial.

“Pajak merupakan kontribusi wajib yang bersifat memaksa dan tidak ada kontraprestasi langsung. Pajak adalah penerimaan terbesar negara yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, ruang publik dan lainnya,” papar Erya Tri. Penggunaan uang masyarakat yang dikumpulkan dari sektor perpajakan saat ini jumlahnya cukup besar, mencapai hingga 70% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari APBN inilah pembangunan negara dilaksanakan di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, gedung-gedung sekolah, hingga fasilitas murah bagi masyarakat. Serta pada kesempatan ini pula, disinggung juga tentang Tax Amnesty oleh Antoni.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai generasi baru yang akan mewarisi negara dan bangsa di kemudian hari, para mahasiswa  ditanamkan sejak dini mengenai pajak. Arti penting  dan fungsi pajak terhadap bangsa dan negara serta diatas itu semua pengetahuan mengenai pajak akan membuat para mahasiswa  bangga untuk bayar pajak.

#taat pajak